
Allow, selamat malam di KABAR SORONG, pada kali ini akan membahas mengenai Ekonomi di Sorong Mendikbud Luncurkan Program Gizi Anak Sekolah (Progras) untuk Kabupaten Sorong simak selengkapnya
Mendikbud Luncurkan Program Gizi Anak Sekolah (Progras) buat Kabupaten Sorong 24 September 2018 ← Back
Kabupaten Sorong, Kemendikbud --- Program Gizi Anak Sekolah (Progas) telah berangkat sejak warsa 2016. Setiap tahun, jumlah daerah tingkat II dengan I kampus dasar (SD) yang menjadi sasaran Progas terus bertambah. Tahun ini, Kementerian Pendidikan dengan Kebudayaan (Kemendikbud) mencanangkan Progas buat Kabupaten Sorong, Papua Barat, yang telah dijalankan sejak tiga bulan lalu.
Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Sorong, Menteri Pendidikan dengan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meninjau Dapur Progas di SD Inpres 1, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat. Di sana Mendikbud berkunjung ke Dapur Progas dengan melihat langsung persiapan makanan buat anak-anak I kampus yang dimasak di Dapur Progas. Menu yang tengah disiapkan adalah bubur ayam dengan potongan daun (wortel dengan buncis), kuah kaldu, dengan buah pepaya.
"Cara memasak, menunya, telah terstandar. Luar biasa. Termasuk yang memasak juga. Saya sangat mendukung supaya ramu yang digunakan buat memasak berasal dari bangsa sekitar, sehingga meningkatkan keselamatan bangsa petani terutama yang memproduksi, atau bergerak di sektor hutan di sini," ujar Mendikbud di Dapur Progas SD Inpres 1 Kabupaten Sorong, Senin (24/9/2018).
Mendikbud berharap, Progas bisa didiseminasi dengan dikembangkan dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten Sorong sehingga semua SD yang di Kabupaten Sorong bisa menikmati sarapan pagi yg bergizi dengan sehat seperti yang telah dilakukan di SD Inpres 1 Kabupaten Sorong. "Kalau bisa dialokasikan pada APBD sehingga ada program pemberian makanan zat makanan sehat minimal buat ananda SD," katanya. Menurut Mendikbud, program atau kearifan dari negara pusat (Kemendikbud) tidak mungkin dilakukan secara nasional tanpa kerja sama dengan negara daerah.
Bupati Sorong, Johny Kamuru mengatakan, Progas berangkat dijalankan di Kabupaten Sorong ala April 2017 dengan menyasar 84 SD yang tersebar di sembilan distrik. Pada warsa 2018, Progas diterapkan di 10 SD yang terletak di Distrik Aimas dengan Distrik Klamono. Johny mengatakan, Pemkab Sorong memberikan dukungan penuh kepada negara pusat agar Progas tetap berkelanjutan di warsa berikutnya. "Pemkab Sorong memberikan perhatian kepada pembangunan pendidikan dengan kesehatan, sesuai dengan Visi Kabupaten Sorong, yaitu "Maju Bersama Rakyat Cerdas Sehat dengan Sejahtera di Tahun 2022", ujarnya.
Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Menengah (Dirjen Dikdasmen) Hamid Muhammad menuturkan, Progas dicetuskan pertama kali ala warsa 2015 arah arahan Presiden Joko Widodo. Secara operasional, Progas dimulai warsa 2016 di empat kabupaten, yaitu di tiga daerah tingkat II di NTT dengan satu daerah tingkat II di Banten. Pada warsa 2017 penerapan Progas meluas di 11 daerah tingkat II di lima provinsi. Kemudian ala warsa 2018 bertambah menjadi 64 daerah tingkat II di 20 provinsi.
"Pemilihan sekolahnya sesuai dengan yang telah kita siapkan. Tiap daerah tingkat II ada dua kecamatan, dengan tiap kecamatan ada lima SD, sehingga di saban daerah tingkat II ada 10 SD. Di Kabupaten Sorong sendiri ada 10 SD, dengan total 2.170 siswa," tutur Hamid.
Ia menambahkan, Program Gizi Anak Sekolah atau Progas merupakan program buat balas permasalahan zat makanan ala ananda sekolah. Masalah zat makanan tersebut antara lain ananda yang terlewat kurus, berjumlah 11 bonus dari populasi ananda usia 5-11 tahun, kalakian ananda dengan kelebihan berat badan atau over weight sebesar 18,8 persen, ananda stunting sebesar 30,7 bonus terjadi ala ananda yang baru bersetuju SD, dengan terakhir anemia sebesar 26 persen. "Tahun 2015 arah arahan Presiden Joko Widodo,
Progas menjadi salah satu upaya negara pusat maupun negara alam buat mengatasi berbagai persoalan gizi," ujar Hamid.
Ia mengatakan, pada Progas, I kampus diharapkan bisa memakai ramu lokal di saban alam buat memadati kebutuhan zat makanan ananda sekolahnya. Progas dijalankan bekerja sama dengan kaum pihak, salah satunya World Food Programme (WFP). Menurut Hamid, WFP dinilai telah ada praktik baik pada program zat makanan di Papua dengan Nusa Tenggara Timur. Selain itu, Progas juga bekerja sama dengan SEAMEO Refcon dengan Fakultas Ekologi Manusia Jurusan Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB). Progas diharapkan bisa berangkat sinergi dengan program kebugaran lainnya di sekolah, seperti program UKS, sanitasi, kantin sehat, I kampus sehat dengan perilaku hidup bersih. (Desliana Maulipaksi)
Sumber :
Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 749 kali
Begitulah pembahasan mengenai Mendikbud Luncurkan Program Gizi Anak Sekolah (Progras) untuk Kabupaten Sorong semoga artikel ini berfaedah terima kasih
Tulisan ini diposting pada kategori Ekonomi di Sorong, kawasan ekonomi khusus di sorong,
Komentar
Posting Komentar